You are here
Home > Kredit > Apa itu Hutang Piutang? Berbedakah keduanya? Ini Penjelasannya!

Apa itu Hutang Piutang? Berbedakah keduanya? Ini Penjelasannya!

pengertian hutang piutang

Dalam kehidupan, kita pasti sering mendengar istilah Hutang Piutang. Apakah Anda memahami istilah itu? Adakah hubungan diantara keduanya? Hal ini memang berkaitan dengan soal keuangan atau barang dan bersangkutan dengan adanya berbagai pihak. Dalam ilmu akuntansi, kita mengenal dengan istilah familiar  ini di dalam kehidupan berbisnis dan ekonomi. Hampir semua orang pernah mengalami hutang piutang oleh pihak yang lain. Namun, tahukah Anda bahwa istilah hutang piutang memiliki arti yang berbeda? Banyak orang yang mengira bahwa istilah ini memilihi makna yang sama. Untuk itu, mari lihat beberapa pembahasan pengertian hutang piutang dalam ilmu akuntansi.

Hutang piutang dapat mencakupi kegiatan pinjam-meminjam uang, kegiatan yang dapat berkaitan dengan berkaitan jual-beli barang, atau kegiatan yang dapat mempengaruhi tambahan modal usaha.

Hutang adalah menyerahkan sesuatu yang menjadi hak milik pemberi pinjaman kepada peminjam dengan pengembalian barang kembali di kemudian hari sesuai perjanjian dengan jumlah yang sama. Atau bisa dijelaskan meminjam barang orang lain.

Hutang berdasarkan akuntansi memiliki dua golongan yaitu hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Hutang jangka pendek merupakan hutang yang diperkirakan akan dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun, meliputi hutang usaha, hutang usaha, dan biaya yang masih harus dibayar. Hutang jangka panjang merupakan hutang yang diperkirakan akan dibayar melewati / lebih dari satu tahun, yang meliputi hutang obligasi, hutang leasing, dan hutang hipotik.

pengertian hutang piutang

Piutang merupakan hak untuk menerima sesuatu di waktu yang akan datang yang juga mengurusi tagihan konsumen yang memiliki hutang pada seseorang yang belum dibayar oleh orang/pihak lain.

Setiap transaksi piutang berkaitan dengan dua pihak, yaitu kreditur dan debitur. Kreditur adalah pihak yang mendapatkan hutang/tagihan dari seseorang. Sedangkan, debitur merupakan pihak yang berkewajiban membayarnya. Hutang dibagi mejadi 3 kelompok, yaitu piutang usaha, piutang wesel, dan piutang lain – lain.

Piutang usaha merupakan suatu tagihan dari pihak perusahaan kepada pembeli yang melakukan transaksi secara kredit atau cicilan. Piutang wesel adalah suatu tagihan dari perusahaan yang dilengkapi dengan intrumennt formal sebagai bukti tagihan (surat wesel). Piutang lain – lain meliputi piutang yang timbul dan pinjaman pada pihak lain.

Kegiatan hutang piutang tidak hanya mementingkan cara  meminjam dan cara memberikan pinjaman, tetapi harus diikuti cara yang tepat dan cermat untuk mencatatnya dalam suatu penjurnalan yang teratur dan sistematis . Dengan begitu, hal ini memudahkan berbagai pihak dalam  mengendalikan hutang piutang yang terjadi. Penjurnalan / pencatatan hutang piutang dapat dibagi dua pihak dan dijelaskan seperti berikut

  1. Pihak Debitur
  2. Pengajuan pinjaman.
  3. Pengakuan dan pencatatan hutang
  4. Penjurnalan pembayaran hutang
  5. Pembelian secara kredit.
  6. Pihak Kreditur
  7. Analisis biaya.
  8. Penjurnalan penerimaan pembayaran piutang
  9. Penjualan secara kredit
  10. Pengakuan dan penjurnalan hutang.

Dengan adanya penjurnalan hutang piutang, kita dapat memikirkan suatu analisis pengukuran keuangan untuk kinerja suatu organisasi/perusahaan dalam bentuk rasio.

Berikut adalah penjelasan dari  hutang piutang. Dari  penjelasan berikut, dalam kehidupan ekonomi , kita memang tidak jauh – jauh dengan istilah ini, apalagi berkaitan dengan soal pinjam meminjam uang, dengan demikian  sepatutnya orang perlu mengetahui dan mempelajari  istilah berikut agar tidak terjadi kesalahan pengertian dari berbagai pihak yang sering menyalahartikan 2 istilah itu.

Leave a Reply

Top